There is A New Hope

Jokowi, A New Hope for Indonesia

Dulu kita dipimpin oleh seorang pejuang kemerdekaan. Dulu kita dipimpin oleh seorang jendral bintang 4. Dulu kita dipimpin oleh seorang jenius. Dulu kita dipimpin oleh seorang yang tidak sempurna tubuhnya. Dulu kita dipimpin oleh seorang Ibu yang tega. Sekarang kita dipimpin oleh seorang yang memimpin demokrasi. Masa depan kita dipimpin oleh seorang blusukan.

Kau akan mengemban sesuatu yang tidak mudah pak. Kau akan berjalan diantara banyak cemooh. Kamu akan berbenturan dengan banyak musuh.

Tapi kenapa takut?.

Perjuangan para relawanmu tidak ada yang tidak ikhlas. Mereka membantu seperti apa yang saya sendiri liat dengan mata kepala saya sendiri. Semua ibu-ibu menceritakan kehebatanmu seperti saat engkau lagi blusukan. Tidak, semua orang yang memandang mu dari layar kaca yang mengatakan demikian.

Solo telah merasakan, mayoritas merasakan semua yang engkau perbuat adalah sebuah perubahan yang sangat hebat. Bukan bermaksud melebihkan, tapi apa yang ku utarakan adalah sebuah kemayoritasan yang saya liat disebuah forum ataupun disebuah percakapan dengan orang-orang yang nasibnya kurang beruntung.

Mereka mengelukan pemerintahan yang korup, kau membawa pemerintahan yang fair-fairan. Mereka mengelukan pemerintahan yang lambat, kau membawa segudang solusi. Mereka mengelukan kota yang rusak, kau mulai merubah solo dan paling tidak sudah berusaha untuk jakarta.

Sesuatu yang membuat saya tercengan bukan tentang semua hal itu, tapi ada sesuatu yang lebih berkeprimanusiaan lain yang sampai menyentuh hati sanubari saya. Ya waktu itu saat engkau mengeluarkan kartu sehat.

Ditertawakan?, shame on you rich people

Orang yang tertawa pada saat saya memperlihatkan kartu ini, mereka belum pernah merasakan sakitnya pada saat anaknya menjadi pasien tunggu disebuah rumah sakit

Kau memperlihatkan solusi yang sangat bagus untuk orang yang sangat miskin dan takut datang untuk berobat kerumah sakit. Kau sebenarnya sudah menikam jantung orang-orang sombong itu. Mereka belum pernah merasakan Lapar!

Tidak semua orang beruntung, tidak semua orang dapat menikmati sehat. Berusaha untuk menilai program ini tidak masuk akal adalah sesuatu yang bodoh. Hal yang paling nikmat bukannya adalah membagikan sesuatu kepada yang tidak punya sama sekali bukan?.

Sekali lagi Pak Jokowi, jalan mu dipemerintahan ini tidak lah mulus!.

Terlalu banyak orang tamak di pemerintahan kita. Buat apasih kamu terlalu kaya hai para orang tamak?, toh kita akan mati dan dikuburkan ditempat yang sama. Kau tidak akan membawa apa-apa ke kuburan mu sendiri. Tidak ada sepesermu dari harta yang telah engkau curi.

Mungkin Pak, engkau akan bersikukuh dari salah satu dari mereka tapi tenang. Kami akan tetap berdiri untuk membentengi “A New Hope” itu!. Kami pemuda pemudi yang bisa di andalkan. Kami muda dan bisa memindahkan gunung jika engkau mau!.

Sekali lagi Pak Jokowi, musuh mu akan selalu iri dengan langkah yang engkau buat!.

Ketika engkau sedikit lengah bisa saja mereka membuat sesuatu yang menyudutkan mu, Mereka bisa saja menikam mu dengan perkataan mereka yang tidak benar. Engkau akan di hajar habis-habisan dari mereka yang iri terhadap dirimu pak.

Kuatlah pak, kami akan berusaha membela dirimu sebagai “A New Hope” kami!. Walau akan ada banyak kedustaan yang ditampilkan. Benar tetaplah akan selalu benar dan itulah yang kami mau.

5 tahun kedepan adalah sebuah langkah Indonesia berhadapan dengan kerasnya dunia baru. Dunia yang saya rasa akan ada banyak raungan dan tetes air mata orang-orang jahat. Mereka akan bersedih dan mati akan penyesalan dari yang telah mereka buat. Mereka akan merasakan apa itu susah dari kegampangan yang selama ini mereka nikmati. Ini adalah titik balik dari semua yang telah mereka lakukan.

A New Hope ?, Kita liat nanti.

~abreey

Advertisements

Oktober itu Kini Datang Lagi.

Hello Oktober, Sad to see you again

Oktober kembali menyapa saya. Masi terasa Oktober 2 tahun yang lalu saya masi sibuk berkarya untuk dapat lulus dari kampus IT Telkom tercinta. Saking niatnya untuk dapat lulus saya sampai harus sering begadang demi bisa mengejar wisuda bulan desember, tapi naas wisuda tak dapat dikejar kejadian kelam pun menghampiri.

2 tahun yang lalu bulan oktober adalah hari dimana kejadian itu datang, kejadian dimana perasaan gundah sedih galau semuanya berkecambuk dan mencambuk perasaan saya. Tepat bulan itu motor yang senantiasa mendampingi saya, baik sedih maupun suka, saat sakit maupun sehat, saat terik maupun hujan, telah diambil oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Kenangan indah yang selama ini saya rasakan bersama motor tersebut, “germo king”, telah putus dan membuat saya merasa kehilangan sekali. Itulah saat pertama kali rasa sakit, ketakutan, dan galau datang menyelimuti saya secara bersamaan.

Germo King adalah kawan saya semenjak tahun 2008, dia adalah partner saya yg sejati!. Dia tidak pernah mengeluh, *yaiya lah dia motor pak*, dan nama yang kuberikan pada dia sangatlah unik. D 3912 GK, GK means germo king. HAHAHAHA.

Masih terasa sekali kenangan kehilangan engkau germo king, pagi itu, sekitar jam 4, aku mendengar bunyi deru mesin mu untuk yang terakhir kali. Ya, saat itu aku tau bahwa itu adalah bunyi mu, tapi kupikir dengan kunci motor di tangan ku itu adalah perasaan ku belaka Hal itu salah, ketika aku pun memeriksa kostan 30 menit kemudian. Tidak lagi kudapat jejak mu disana. Kau telah pergi untuk selama-lamanya.

Hari berlalu tapi kenangan itu tetap tersimpan, itu yang paling ku benci dari manusia. Setiap kenangan yang ada dibenak mu entah kapan pun kejadian itu akan teriang dalam hati sanubari.

Melupakannya bukan sebuah solusi tapi mengambil hikmahnya adalah sebuah langkah untuk menjadi insan yang lebih baik.

Kini oktober 2014 telah datang menyapa, persiapan untuk memasuki 2015 sudah saya siapkan dengan sederetan goal-goal yang ingin saya raih.

lets dreaming and doing. We can make a better world

~abreey

Bambung Mode ON

Kegiatan pasca sidang tidak jauh-jauh dari kegiatan yang membosankan, mulai dari makan mandi tidur makan mandi tidur dan hal itu dilakukan berulang-ulang kali. Bosen?., sangat! tapi gimana lagi? pada saat ini posisi masih menjadi pengangguran dan setiap pagi menunggu datangnya email balesan dari perusahaan yang saya lamar.

Ya itulah hidup, ga ada perjuangan ga rame!

Welcome July?

Tidak terasa sudah lebih dari 2 minggu lewat bulan juli saya jalani, Begitu bebas begitu indah dan begitu tidak teratur. Apakah ini yang saya rasakan jika nanti sudah tidak kuliah lagi?

Dimulai dari tidur pagi, bangun sore, makan pagi siang sore menjadi 1 dan ke tidak aturan yang masih banyak lagi. Oh tidak, wake up boy!.

Jika di bilang TA saya juga stack di urusan bagaimana pengujian akan dilakukan. Bagaimana dengan Machine yang kamu gunakan ? sudah siap banget donkk.

yahh, mudahan bulan ini saya menyelesaikan TA saya dan secepatnya lulus dari kampus tercinta ini. 😉

Bela Negara

Cukup tersentak jiwa saya melihat kata-kata tersebut. Mengapa Kata tersebut terus teriang-iang dalam kepala saya?, Negara yang sedang sakit ini butuh dibela? atau memang negara ini butuh orang untuk membela negara?

Kata-kata ini cukup ironi jika di dalami dan di pahami baik-baik, betapa tidak tiap hari kita lihat hanya terjadi politik pemecah belahan kekuasaan ala VOC pada jaman belanda dulu. Tidak ada lagi kepaduan, kesatuan maupun bahu membahu. Iri dengki, permusuhan, uru hara adalah sarapan kita sehari-hari.

Indonesia indah?, itu dulu, dulu sekali, sangat sekali. sekarang yang ada cuma pertumpahan darah.

Indonesia, ingatan indah akan dirimu sudah buram, tidak lagi dirasa tidak lagi dapat dilihat.

Kami menunggu, saya menunggu, seseorang yang akan menggerakkan kami. kami yang haus akan bela negara. Yang rela mati demi cita-cita para pejuang, impian para pejuang, impian kaum yang ingin mempersatukan negeri diatas semua suku bahasa dan disatukan dalam satu bahasa. INDONESIA!.