Teman atau Lawan

Hai, ucapan yang selalu kau sampaikan padaku. Tak ragu balasku hai juga padamu.
Dulu kau sering berkata jikalau saja pada saat kau tak memiliki segalanya. Sekarang kau hilang ketika memiliki segalanya.
Kejadian yang kau lalui sudah layaknya film laga di televisi. Apa saran dari ku? Kau tangguh, kau kuat tapi jangan kau paksa dirimu.
Menetes air mata dari pipi mu, aku tau kau tak lagi seperti yang ku kenal dulu. Kau bukanlah pertarung ataupun pahlawan, kau hanya seorang manusia.
Besar dan tumbuh kita bersama tapi kenapa kau lupa akan dirimu.
Kau lupa akan dirimu sendiri. Kau lupa akan apa yang telah dilakukan Ia kepadamu. Kenapa kau pergi?
Berjalan bersama kuat dan gagah kita dapat terjaga. Kenangan indah itu sekarang cuma impian.
Semua mencari harta, semua mencari keselamatan. Kenapa hanya dirimu yang kau pikirkan?
Aku sedih banyak ketidakadilan kau hadirkan, banyak kemunafikan kau lahirkan, dimana hati mu?
Sekarang aku mengerti, tidak ada dulu kawan yang kukenal, hanya lawan yang bisa ku temui…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s