Menatar diri

Malam itu adalah gradnite yang diadakan oleh MMT ITS untuk para wisudawan yang akan melakukan acara pada bulan september. Terkesima oleh kata-kata Prof Nyoman adalah rasa yang saya rasakan pada saat beliau menyampaikan sepatah dua kata mengenai kebutuhan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia saat ini dalam menghadapi era digitalisasi dan globalisasi yang sudah tidak dapat dibendung.

Mengejar, terlambat dan mengejar, terkejar atau tidak sama sekali. Sesuatu yang kurasa dan terasa pada edukasi yang ada di Indonesia.

a. Mengejar

Beliau mengatakan bahwa pilihan edukasi yang ada di Indonesia terkesan kurang kompetitif dengan ilmu yang ada pada negara maju di luar sana.

b. Terlambat dan mengejar

Dengan membuka beberapa materi edukasi baru diharapkan bisa menambal celah-celah yang ada pada bidang industri “baru” dan banyak bermunculan di negara Indonesia.

c. Terkejar atau tidak sama sekali

Harapan beliau di ITS dapat membuka materi edukasi yang sangat cocok dengan industri termuktahir dan sangat dibutuhkan oleh SDM yang ada di Indonesia.

Besar harapan saya ilmu yang ada diluar sana dapat cepat di ajarkan di Indonesia. Tidak hanya dengan melihat video seperti yang saya liat pada OCW MIT, tapi bisa langsung berbagi pengalaman dengan para ahli dibidang tersebut.

Demi Indonesia yang beretika, bermartabad, memiliki harga diri, dan berpikiran maju tanpa ada batasan yang kaku didalamnya.

Advertisements

Rindu

Masi ingatkah kita pernah berdua?
berjalan bersama saling bercanda…

Masi ingatkah saat bulan purnama?
Bercanda bersama tertawa dan bercerita..

Masi ingatkah bulan juli itu?
tatapan pertama yang membuat ku jatuh hati padamu..

Masi ingatkah saat bersama itu?
Aku rindu..

Jika waktu bisa kembali..
hari-hari yang telah dilewati..
Melihat tawa mu saat itu..
Melihat mu bahagia di sisiku..

Aku menyerah pada keadaan ini..
Benarkah aku kuat dan tabah selama ini?

Kamu yang selalu dihati
Menunggumu dalam keabadaian yang tak berarti..

Suatu Pagi yang Cerah

Ku melihat begitu indah
hari yang Engkau berikan

Kesegaran yang sangat terasa
Pagi lembut begitu indah

Hari yang cerah untuk bekerja
Kemana pun aku pergi semuanya indah

Tapak demi tapak kehidupan
Semua terasa bahagia

Aku tau tapi entah mengapa
Malam enggan menyerah

Aku takkan menyerah dengan dia
Karena hari yang cerah ini selalu ada

Ketertinggalan selama 40 tahun.

 

Sangat sedih melihat presiden ini sampai mengatakan demikian, dimana urat malu pemimpin masa lalu selama 40 tahun kemaren ?.

jika di teliti lebih dalam dimana titik kesalahan pemimpin kita di masa lalu? menurut saya ada beberapa titik pondasi yang benar-benar tidak dilakukan oleh pemimpin sebelum era jokowi.

  1. Infrastruktur

jika diliat infrastuktur adalah pondasi paling perlu yang diharus di bangun terlebih dahulu pada sebuah negara, ibarat alur ekonomi dari hulu ke hilir harus sangat lancar dan gampang di capai. selama 40 tahun pembangunan hanya terfokus di tanah jawa tanpa memikirkan pulau lain diluar sana. pola pikir sempit inilah yang harus di hancurkan. seharusnya setiap daerah memiliki kekuatan ekonomi masing-masing dengan demikian ekonomi tidak akan terpusat pada satu daerah saja. infrastuktur yang bagus adalah penghubung ekonomi dari sabang hingga sampai marauke. tapi liat sekarang siapa yang baru menggalakan kemajuan infrastuktur setelah 40 tahun itu? Pak de jokowi

2. Displin

sesuatu yang sangat dipandang sebelah mata oleh sebagaian besar rakyat, tetapi negara yang maju adalah orang-orang yang memiliki displin tinggi. sangat disayangkan baru diera jokowi etos displin digalakkan. 40 tahun yang lalu ? jangan ditanya…

banyak sekali era presiden jaman dahulu yang memberikan bantuan secara cuma-cuma (memanjakan rakyat) sehingga di era sekarang mereka memetik dimana rakyat hanya bisa hidup ketika disuap oleh pemerintah. ketika harga-harga menjadi tinggi karena terlalu sering di subsidi, rakyat menjadi sangat liar dan selalu menyalahkan pemerintah. hubungannya dengan disiplin?, karena terlalu santai dan tidak memikirkan efek kedepannya rakyat terbiasa dengan kesantaian dan terbiasa untuk berjalan lambat.

3. ruang kreativitas

spacex, tesla, dan paypal adalah buah dari kreativitas yang sangat tinggi dimana orang berseni dan orang berteknik digabungkan dan tidak memiliki batasan dalam mencari kreativitas.

Di Indonesia kreativitas di hancurkan sedemikian rupa sehingga banyak orang terbelah dan bingung memikirkan identitas atau passion untuk mereka dapat hidup kedepannya. orang yang terlalu sibuk dengan seni biasanya tidak dapat hidup berkecukupan di bandingkan dengan orang yang hidup dengan lulusan teknik.

Seharusnya di Indonesia industri kreatif dan industri teknik harus lah berimbang, apalagi juga masalah birokrasi yang menghambat kreativitas. jangan ditanya lagi.

Banyak sekali orang pintar di indonesia malas dan tidak ingin kreatif karena apa?, birokrasi yang bertele-tele..

4. aparatur negara yang mata duitan dan tidak berkompeten dalam bidangnya.

apa buah dari kepemimpinan tidak benar selama 40 tahun yang paling dapat kita rasakan?

tak lain dan tak bukan ialah dinasti orang dalam yang hidup dan berkembang didalam pemerintahan. dan ini tidak dapat dipungkiri lagi sangat menghambat pertumbuhan apalagi kenginginan seseorang untuk melakukan sesuatu demi negara.

ketika ingin melakukan inovasi, pemimpinnya bilang aduh jangan aneh-aneh (mindset terlalu nyaman dengan keadaan), anak buah yang baru masuk jago dalam segala hal lalu di asingkan oleh kepala dinas, tidak mengikuti aturan yang ada (korupsi masal) dikucilkan oleh atasan.

jika hal ini dibiarkan berapa lama pun indonesia tidak akan berkembang menjadi sesuatu yang besar.. otak aparatur yang seperti ini harus di tinggalkan.

 

itu lah opini yang saya ingin berikan kepada pembaca yang budiman akan pentingnya perubahan dari diri sendiri terlebih dahulu. karena indonesia ini hanya bisa menjadi negara maju bukan karena pemimpim yang kejam, pempin yang bertaqwa, atau pun pemimpin yang pintar, tapi karena kita berpikir secara bersama-sama perubahan itu ada didalam diri dalam setiap rakyat indonesia dan bersama-sama bersatu untuk dapat membuat negara yang makmur yaitu negara Republik Indonesia.

 

Buta Tapi Bisa Melihat

Buta Tapi Bisa Melihat

Sesuatu yang kau rasakan tapi tidak kau lakukan
benar tapi kau salahkan
benarkah dengan yang kau rasakan?

Tersadar kan penyesalan yang kau lakukan
Merangkak pada dosa yang telah kau perbuat
Sudikah kau menjilat kembali dosa dosa tersebut?

Pernah tersadar dikepala
akan hadirnya sesuatu Yang Maha Dasyat
Tak ada satupun barang yang dapat berhadapan dengan-Nya
Sucikah engkau saat akan dihadapkan pada-Nya ?

Terbayang akan tangis diwajah mu
Sedih ku melihat tapi tak ada sesalmu
Apakah aku yang salah telah mengingatkan mu?
apakah menunggu Dia yang mengingatkan mu?

aku tersadar telah melupakan Mu di setiap nafas ku
hidupku tiada arti tanpa diriMu
najiskah aku ketika menyebut namaMu ?
Tahirkan aku Tuhan.

Teman atau Lawan

Hai, ucapan yang selalu kau sampaikan padaku. Tak ragu balasku hai juga padamu.
Dulu kau sering berkata jikalau saja pada saat kau tak memiliki segalanya. Sekarang kau hilang ketika memiliki segalanya.
Kejadian yang kau lalui sudah layaknya film laga di televisi. Apa saran dari ku? Kau tangguh, kau kuat tapi jangan kau paksa dirimu.
Menetes air mata dari pipi mu, aku tau kau tak lagi seperti yang ku kenal dulu. Kau bukanlah pertarung ataupun pahlawan, kau hanya seorang manusia.
Besar dan tumbuh kita bersama tapi kenapa kau lupa akan dirimu.
Kau lupa akan dirimu sendiri. Kau lupa akan apa yang telah dilakukan Ia kepadamu. Kenapa kau pergi?
Berjalan bersama kuat dan gagah kita dapat terjaga. Kenangan indah itu sekarang cuma impian.
Semua mencari harta, semua mencari keselamatan. Kenapa hanya dirimu yang kau pikirkan?
Aku sedih banyak ketidakadilan kau hadirkan, banyak kemunafikan kau lahirkan, dimana hati mu?
Sekarang aku mengerti, tidak ada dulu kawan yang kukenal, hanya lawan yang bisa ku temui…

New World 2017: Kata-kata pujangga

Hari yang cerah dimulai dengan kata selamat pagi. Terbangun sontak kaget dan merasakan hawa di sekitar. Detik waktu berjalan tanpa terhalang membangun rasa ragu di dada.

Gemercik air yang turun menyadarkan akan sebuah kenangan indah. Panas yang menerangi mengingatkan akan hati yang gembira. Semua terasa nyata.

Tersadar sekian lama sudah dinanti. Hari ini pun datang lagi, kembali, ya kembali.

Mengulangi setiap gerakan dan ingatan yang seharusnya dilupakan. Masa lalu sudahlah menghilang. Akupun melupakan!.

Berlari indah bermain dan menari. Berentetan semua dilakukan bersama. Aku berlari mengejar engkau yang sudah jauh mendahului. Aku berlari ke arah yang seharusnya dijalani. Aku kembali mencari arti dari hidup yang pendek ini.

Dibawah tiang berdarah aku berdiri. Menangisi engkau yang sudah mati. Bertahan akan amukan kejahatan dan penindasan kaum kompeni. Aku wawas diri.

Hitam tak lagi hitam, putih pun akan jadi hitam lalu siapa yang akan engkau pegang?.

Berlari dan engkau akan mencari jati diri.